Sunday, June 14, 2015

WASPADA-Gunung sinabung akan meletus

Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara meletus Minggu sekitar pukul 00.15 WIB tanggal 15 06 2015

Bagi warga medan dan sekitarnya persiapkan masker dan sebagainya

Kepala Desa Sukanalu, Kecamatan Naman, Paten Sitepu, yang dihubungi ANTARA, Minggu, mengatakan bahwa api mulai keluar dari permukaan gunung Sinabung sekitar pukul 00.15 WIB.

Keseluruhan warga yang berada di sekitar kaki gunung Sinabung juga dilaporkan telah mengevakuasi diri ke arah kota Kabanjahe.


Selain anggota keluarga, masyarakat juga dilaporkan berupaya membawa sebagian barang milik mereka untuk diamankan.

Sebelumnya, masyarakat sekitar Gunung Sinabung tidak menduga gunung akan meletus karena mendapat informasi dari petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa gunung tersebut masih dalam kondisi aman, namun tiba-tiba meledak, ujar Paten Sitepu.

Berdasarkan informasi tersebut, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Karo mengimbau warga yang mengungsi untuk kembali ke rumah masing-masing.

Namun sebagian besar pengungsi tersebut tidak mengindahkan imbauan pemkab dan bertahan di lokasi evakuasi, hanya sebagian warga yang kembali ke kediaman mereka.

Ia juga menyebutkan belum adanya petugas kepolisian di lokasi untuk membantu evakuasi warga.

Sebelumnya Gunung Sinabung yang memiliki ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut itu mulai menunjukkan aktivitasnya dengan mengeluarkan asap hitam pada hari Sabtu (28/08) pagi.

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Minggu dinihari mulai menyemburkan lava pijar.

Cahaya lava pijar terlihat jelas oleh penduduk di sebagian wilayah Kabupaten Karo sejak Pukul 00.15 WIB.

Hingga menjelang pukul 01.00 WIB lava pijar berwarna merah tersebut masih terlihat dari jarak radius belasan kilometer di antaranya di sekitar kota turis Berastagi.

Namun, semburan lava pijar itu diperkirakan belum membahayakan penduduk sekitar karena materialnya masih jatuh di seputaran kepundan gunung.

Sejumlah warga yang tersebar di beberapa desa dekat kaki Gunung Sinabung menyebutkan sebelum melihat munculnya lava pijar di puncak Gunung Sinabung juga sempat beberapa menit merasakan getaran menyerupai gempa vulkanik.

“Sebelum muncul percikan api di puncak gunung itu (Gunung Sinabun-red) kami merasakan adanya getaran seperti gempa bumi,” kata Hardi, seorang warga Desa Lau Kawar, Kecamatan Simpang Empat.

Disebutkannya, banyak warga di Desa Lau Kawar yang keluar rumah dan bahkan ada di antaranya segera meninggalkan rumah mereka guna mengungsi ke keluarga maupun kerabat.

Selain lava pijar, dari puncak Gunung Sinabung juga masih terlihat kepulan asap hitam.

Fenomena alam yang lazim terjadi pada gunung berapi aktif itu sempat menambah rasa cemas sebagian warga di sebagian wilayah itu. Aktivitas Gunung Sinabung selama dua hari terakhir ini cukup membuat cemas sejumlah penduduk di beberapa kecamatan yang berada di sekitar kaki gunung tersebut.

Sejumlah warga desa dari Kecamatan Simpang Empat dan Kecamatan Naman sejak Jumat (28/8) telah dikejutkan oleh kabut asap bercampur partikel belerang berwarna putih yang menyembur dari puncak Gunung Sinabung.

Kabut asap bercampur belerang itu menimbulkan bau menusuk hidung dan mengganggu jarak pandang di sebagaian wilayah Karo.

No comments: