Monday, June 22, 2015

ASAL USUL TIGABINANGA-BATAK TOBA


1. Asal kata “Tigabinanga”
Asal dari kata “Tigabinanga”, menurut Budi Sebayang, yang
menjadi tangan kanan dari Ngadang Sebayang, adalah berasal
dari bahasa Batak Toba dan ia menuliskan keterangannya
sebagai berikut:

”Sesuai dengan penjelasan lisan yang dikatakan alm.
Ngadang Sebayang mengenai Pekan Tigabinanga adalah
sebagai berikut :
· Setelah pindah dari Tigaberingin ke Tigabinanga pada tahun
1915 mula-mula Pekan didekat Pos Polisi yang sekarang.
· Oleh mandur Mulia dikatakannya bahwa Pekan itu dekat
dengan Binanga (Sungai) yaitu Namo Ratah dan Lau Bengap.
· Tiga (Pekan) dekat Binanga dan kemudian dinamakan
Tigabinanga.
Saya yang menerima keterangan tersebut:
(ttd)
Budi Sebayang”
Mandur Mulia, adalah seorang mandor Pekerjaan Umum (PU)
yang melakukan pekerjaan membuat jalan di Tigabinanga,
yang menghubungkan Kabanjahe ke Kotacane. Dalam
membuat jalan tersebut ia mendatangkan pekerja-pekerja dari
Tapanuli Utara. Ia terkenal dengan sebutan Mandor BW.
Sampai sekarang keturunan dari pekerja-pekerja PU tersebut
masih ada dan menjadi penduduk Tigabinanga. Budi
Sebayang, 69 tahun adalah seorang yang pernah menjadi
Guru, Kepala Sekolah dan Kepala Kandep PDK Kecamatan
Tigabinanga, menjadi murid adat dan kepercayaan dari
Ngadang Sebayang dalam memelihara dokumen penting.
2. Penduduk Awal Tigabinanga
Pada tahun 1915, Pemerintah Belanda menutup Pasar
Tigaberingin dan pedagangnya disuruh pindah ke
Tigabinanga. Pada tahun 1916, sebanyak 9 Kepala Keluarga
dengan 32 orang anggota keluarganya, pindah ke
Tigabinanga. Mereka adalah: 1.Ngadang Sebayang, bersama
ibunya bernama Enggelar br Ginting Tumangger dan dua
orang adiknya bernama Nampati Sebayang dan Rajakami
Sebayang; 2.Ganjang (Pa Rajamin) Karo-Karo; 3.Cawir (Pa
Sabab) Tarigan; 4. Bolon (Paterupung) Ginting ; 5 Ngiah (Pa
Tukas ) Ginting; 6. Kelengi (Pa Linggem ) Ginting; 7.Mbera
Bayak Sebayang; 8.Rajamin (Pa Kedai) Karo-Karo; 9 Ngupahi
(Pa Terali) Ginting.Ke 9 orang tersebut diatas menemukan di
Tigabinanga : 10.Tilik (Pa Tinuangen) Ginting; 11.Mandor BW
Mulia.
Tigabinanga pada waktu itu menjadi bagian dari Kampung
Kuala. Orang Kuala, yang tanahnya berdekatan dengan Pasar,
mulai membangun kios-kios kecil dan menyewakannya
kepada para pedagang pada hari Pasar bahkan kemudian
menetap di Tigabinanga. Dalam kurun waktu 5 tahun
penduduk Tiga binanga meningkat dengan pesat. Pada tahun
1921 mencapai 100 orang dengan 25 Kepala Keluarga.
Sayang tidak tersedia catatan tentang siapa-siapa yang
termasuk dalam 100 orang tersebut padahal menjadi menjadi
penduduk awal dari kuta Tigabinanga ketika dilakukan
peresmian. Namun demikian dapat diduga bahwa sebagian
dari mereka adalah dari rumpun keluarga pemilik tanah yang
ada sekitar Pasar yang menyewakan tanahnya kepada
pedagang, dan kalangan keluarga yang bergabung melakukan
kegiatan usaha.

1 comment:

Unknown said...
This comment has been removed by the author.